Ku kira kamu masih pantas,
Bersanding diantara tumpukan kertas bernominal,
Yang biasa aku hadiahkan untuk deposit,
Tapi kini kamu malang,
Aku sering menolak mu
Atau bahkan mengacuhkanmu,
Bukan niatku, bukan maksudku,
Ada perang batin, ketika aku mulai mengajakmu atau bahkan membawamu,
Tapi kamu telah tertolak,
Maafkan aku untuk tidak membelamu,
Tapi lawanku terlalu kuat
Terlalu lemah untuk melawan bahkan berargument singkat tentang adanya dirimu,
Padahal kamu murni terlahir dari nya,
Kini yang kurasa hanya kepenatan
untuk mencari celah bagaimana kamu bisa ku bawa
tanpa banyak kata-kata miring
yang keluar dari si penerima rupiah,
Teruntuk koin yang tertolak
Aq yang memikirkanmu >>> 13 Nop 2011 (Humzz)

No comments:
Post a Comment